Hal ini disampaikan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono. Ia mengatakan beberapa tamu negara sudah mulai berdatangan pada hari ini, Sabtu (19/10/2024).
“Tanggal 19, berdasarkan informasi, tamu-tamu negara sudah mulai berdatangan, yaitu para tamu negara dan sahabat dan tentunya ada kekhususan undangan dari Bapak Presiden Bapak Prabowo,” kata Heru.
Para tamu negara itu akan hadir ke Jakarta melalui Bandara Halim dan Soekarno Hatta. Nantinya akan ada proses penyambutan di Halim maupun Soekarno Hatta.
Untuk mengamankan pelantikan Prabowo-Gibran, Polda Metro Jaya telah mengerahkan 6.757 personel. TNI juga turut mengirim 100.000 personel.
Dalam daftar yang dibagikan DPR RI, berikut daftar kepala negara dan tamu negara lainnya yang hadir di pelantikan Prabowo-Gibran, dikutip dari CNN Indonesia:
Wilayah itu tak lain adalah Sumba. Para ilmuwan mengatakan pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu merupakan rumah bagi berbagai hewan yang sebagian besar telah punah.
Antara lain gajah mini, spesies tikus, kadal raksasa, hingga spesies komodo. Fakta ini dibeberkan para ilmuwan dalam jurnal berjudul ‘Proceedings of the Royal Society B’.
Laporan itu merujuk pada penemuan fosil hewan-hewan tersebut. Laporan itu menyebut fosil beragam spesies tersebut hidup di Sumba sekitar 12.000 tahun yang lalu, dikutip dari Mongabay, Sabtu (19/10/2024).
Bahkan, laporan itu mendapati temuan serius yang memungkinkan bahwa hewan-hewan langka dulu awalnya hidup di wilayah Sumba. Hal ini semakin meyakinkan ketika ditemukannya fosil komodo yang saat ini hanya bermukim di Pulau Komodo, Flores.
Hal ini memancing asumsi bahwa hewan yang kini termasuk langka itu sebenarnya berasal dari Sumba.
Ekspedisi untuk meneliti hewan-hewan punah ini berlangsung dari 2011 hingga 2014. Tim peneliti berasal dari Zoological Society of London (ZSL).
Mereka mengoleksi fosil dari Sumba, sebagai bagian dari kepulauan yang dulu dinamai ‘Wallacea’. Area ini berasal dari biologis Alfred Russel Wallacea yang pertama kali memberikan batasan wilayah berdasarkan penyebaran spesies hewan di Indonesia pada abad ke-19.
Wilayah di dalam Wallacea termasuk Sumba, Sulawesi, Lombok, Flores, Halmahera, Buru, dan Seram. Wilayah Wallacea mendulang popularitas pada 2004, ketika kelompok arkeologi mengumbar fosil makhluk punah yang dinamai ‘hobbit’ atau Homo Floresiensis. Makhluk ini ditemukan di Flores, bagian utara dari Sumba.
Hingga kini, riset tentang Sumba sendiri masih sangat jarang. Survei soal fosil dan kehidupan liar di sana belum terlalu banyak dilakukan.
“Mungkin karena terlalu banyak pulau di Indonesia untuk dipelajari. Masih jarang biologis atau paleontologis yang fokus pada wilayah beragam di Indonesia,” kata Samuel Turvey, anggota peneliti di ZSL.
Para ilmuwan berharap penelitian lebih lanjut di Sumba bisa dilakukan untuk mendapatkan pencerahan soal evolusi spesies di area tersebut.
“Penemuan di area ini bisa membuka wawasan yang menakjubkan soal dunia yang hilang. Ada banyak hewan yang berevolusi di kepulauan Wallacea yang terisolasi namun kemudian punah seiring munculnya peradaban manusia modern,” Turvey menjelaskan.
Nah, itu dia informasi terkait ‘dunia hilang’ yang dikatakan ada di Sumba, kota penuh pesona yang kini jadi salah satu kekuatan pariwisata di Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat!
William merintis usahanya di tahun 1950-an. Namun, perjalanannya tak mulus karena harus mendekam di penjara akibat tuduhan korupsi tak berdasar.
Dalam sekejap, nama baik dan usaha rintisannya pun hancur. Hal ini tak lantas membuat William menyerah.
Ketika bebas dari penjara, William fokus untuk bangkit. Dengan bantuan adiknya, dia membeli perusahaan impor yang berada di Jl. Sabang No. 36A, Jakarta.
Perusahaan itu berada pada kondisi hidup segan mati tak mau. Bisnisnya kacau balau. Sedangkan kantornya sangat kecil dan sering kebanjiran.
Adik William kemudian mengusulkan nama perusahaan itu bernama Astra. Dalam buku Man of Honor: Kehidupan, Semangat, dan Kearifan William Soeryadjaya (2012), Astra adalah salah satu sosok dewi Yunani Kuno yang terbang ke langit dan menjadi bintang terang.
Dengan nama tersebut, adiknya berharap kalau perusahaan abangnya bakal bernasib sama seperti dewi tersebut.
Alhasil pada 20 Februari 1957, tepat hari ini 66 tahun lalu, Astra International Inc resmi beroperasi usai terdaftar di kantor Notaris Sie Khwan Djioe.
Pada permulaannya Astra bergerak di sektor kebutuhan rumah tangga. Namun, selama 10 tahun pertama sejak pendiriannya, Astra berjalan terseok-seok dan berulang kali hampir bangkrut.
Hal ini disebabkan ketidakstabilan ekonomi negara sepanjang tahun 1960-an. Jatuhnya Sukarno dan naiknya Soeharto menjadi presiden membawa berkah bagi William dan perusahaan. Astra mulai menunjukkan taringnya.
Ketiban Durian Runtuh
Pada tahun 1966, William tertimpa durian runtuh usai mendapat pinjaman dana dari Amerika Serikat sebesar US$ 2,9 juta. Tak hanya dana dia juga berhak mengimpor apapun dari Paman Sam. Keistimewaan ini lantas menjadi peluang besar bagi pria kelahiran 20 Desember 1922 itu.
Pada saat bersamaan, pemerintah yang sedang giat melaksanakan proyek membutuhkan truk besar untuk pengangkutan. Karena importir truk besar di Indonesia tidak ketat, William menjadikan ini sebagai pintu berbisnis. Alhasil, dia memutuskan mengimpor truk Chevrolet dari AS dan menjualnya kepada pemerintah.
Bisuk Siahaan dalam Industrialisasi di Indonesia: Sejak Rehabilitasi Sampai Awal Reformasi (2000) mencatat ada 800 truk Chevrolet yang dia impor pada permulaannya. Dari sinilah awal mula dia bermain di industri otomotif.
Seiring berjalannya waktu, William kena sanksi dari AS dan tak boleh lagi mengimpor truk dalam skala besar. Alhasil, dia melirik pasar otomotif Jepang yang kebetulan belum banyak bermain di Indonesia dan diproyeksikan bakal meroket karena Indonesia dan Jepang sama-sama memiliki setir kanan.
Jalinan kerjasama dengan Jepang inilah yang membawa titik balik bagi kehidupan William. Pada Februari 1969, Astra resmi kerjasama dengan Toyota. Sejak itu, kendaraan Toyota dari mulai truk sampai mobil biasa berjamuran di Tanah Air. Perlahan, Astra juga memasarkan Honda, Isuzu dan Daihatsu. Akibatnya kendaraan Jepang makin banyak di Indonesia.
William punya strategi khusus untuk menguasai pasar otomotif Indonesia dan menyingkirkan pesaing utamanya, Mitsubishi. Dia rela menggelontorkan dana besar untuk menguasai industri otomotif dari hulu ke hilir, dari mulai pembuatan komponen hingga pendistribusian.
Tak hanya itu, dia juga menetapkan sistem manajemen ala Jepang, yakni Keiretsu. Lewat sistem ini, seorang direksi di satu perusahaan bisa menjadi komisaris di perusahaan lain. Cara ini terbukti efektif karena Astra dapat keuntungan besar dan mampu mengontrol pasar dari para pesaing.
Dua upaya ini dan pemberian promo besar-besaran kepada pembeli berhasil menarik animo masyarakat. Astra sukses menjadi raja otomotif Indonesia.
“Pada tahun 1990 Gaikindo menyebutkan bahwa Astra telah berhasil menguasai lebih dari separuh pangsa pasar otomotif di Indonesia. Produk yang dihasilkan antara lain Toyota, Daihatsu, Isuzu, Nissan Diesel Trucks, Lexus, Peugeot, BMW,” tulis Ricardi S. Adnan dalam The Shifting Patronage (2010).
Pergantian Pemilik
Perlahan, gurita bisnis William juga tak hanya di otomotif, tetapi juga properti, asuransi, perkebunan, dan perbankan, yang seluruhnya tergabung dalam grup Astra. Kejayaan ini membuat Astra percaya diri melantai di bursa saham pada 4 April 1990.
Sayangnya, bermain di sektor perbankan dengan memiliki Bank Summa justru menjadi batu sandungan bagi William.
Pada 1992, Bank Summa terkena masalah dan mengharuskan William menyelamatkan uang para nasabah dengan menjual seluruh kepemilikan saham di Astra. Ada yang menyebut ini adalah konspirasi untuk menjatuhkan Astra.
Setelah kejadian itu Astra tak lagi milik William. Astra dipegang oleh Putra Sampoerna (14,67%), Bob Hasan (8,83%), Prajogo Pangestu (10,68%), Toyota Jepang (8,26%), Kelompok Salim (8,19%), Usman Atmadjaja (5,99%) dan sisanya tersebar di tangan publik.
Kini Astra sepenuhnya dimiliki perusahaan Singapura bernama Jarine Cycle & Carriage Ltd dengan penguasaan 50,11% dari total saham.
Meski tak lagi di tangan William, Astra tetap berjaya menguasai pasar otomotif Indonesia hingga sekarang. Namun, kejayaan Astra sekarang tentu tak dapat dilepaskan dari peran besar William Soerjadjaja.
Sebelumnya, beberapa lembaga think tank asing, baik dari Inggris maupun Amerika Serikat (AS) telah meramalkan masa depan Indonesia di era Prabowo.
Salah satunya Chatham House, di mana Direktur Asia-Pasifik, Ben Bland, menyusun analisis berjudul “Continuity Prabowo means change for Indonesia”.
Dalam analisanya disebutkan Prabowo tidak akan memerintah sebagai ‘proksi’ Jokowi, meski menggunakan dukungan Presiden RI tersebut untuk memenangkan kekuasaan.
Bland menggarisbawahi pilihan pemimpin baru Indonesia tidak hanya penting bagi Tanah Air, tetapi juga kawasan Asia Tenggara. Sebab, Indonesia menjadi garis depan persaingan AS dan China.
Bland kemudian mengaitkan masalah itu dengan skala dan pertumbuhan pesat ekonomi Indonesia di antara negara G20. Termasuk status Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia.
“Jika Prabowo mulai menjabat pada bulan Oktober, ia kemungkinan akan memerintah dengan caranya sendiri dan bukan sebagai wakil Jokowi,” tegasnya.
“Realitas politik juga akan membatasi pengaruh Jokowi. Jabatan wakil presiden di Indonesia sama lemahnya dengan di AS, sehingga akan sulit bagi Gibran untuk menggunakan posisi tersebut dalam memberikan pengaruh,” ia menambahkan.
Bland berpendapat, Jokowi mungkin masih akan tetap mendapatkan dukungan publik yang tinggi setelah ia meninggalkan jabatannya (dengan tingkat dukungan sebesar 80%), namun hal tersebut tidak akan secara otomatis menghasilkan pengaruh politik.
“Faktanya, begitu Prabowo menguasai kekuasaan dan patronase yang signifikan di kursi kepresidenan, para pemimpin partai dan taipan politik yang mendukung Jokowi kemungkinan besar akan tertarik pada Prabowo,” ujarnya.
Sementara itu, media yang dibentuk oleh Profesor Universitas Harvard Samuel P. Huntington, yakni Foreign Policy (FP, membuat artikel berjudul ‘How Will Prabowo Lead Indonesia?’.
“Kebijakan ekonominya bersifat populis, seperti usulan untuk meningkatkan subsidi, khususnya program makanan sekolah, akan meningkatkan defisit fiskal Indonesia,” dikutip dari artikel FP yang dirilis awal tahun ini.
Disinggung juga bagaimana Prabowo di panggung internasional. FP menjelaskan bahwa Prabowo akan melanjutkan apa yang dilakukan oleh Jokowi seperti komitmennya untuk melanjutkan perlawanan terhadap undang-undang deforestasi Eropa.
“Orang-orang Eropalah yang memaksa kami menanam teh, kopi, karet, dan coklat. Dan sekarang Anda mengatakan kita sedang menghancurkan hutan kita? Anda menghancurkan hutan kami terlebih dahulu,” kutip media itu mengutip ucapan Prabowo dalam sebuah forum.
Dari segi pandangan geopolitik, FP memberi pandangan unik. Lembaga itu menganalisa bahwa Prabowo mungkin akan menganggap dirinya mirip dengan presiden kedua RI, Soeharto, membentuk jalur yang independen di tengah rivalitas antara beberapa negara besar.
“Meskipun Indonesia dan China termasuk di antara negara-negara yang mengklaim pulau-pulau yang disengketakan di Laut Cina Selatan, Prabowo telah mendekati Beijing karena investasi mereka yang perlu proses yang sedikit dibandingkan investor Eropa,” tegasnya lagi.
Hal serupa juga diulas oleh Brookings Institute. Dalam artikel berjudul ‘Reflection on Jokowi’s Legacy and Prabowo’s presidency’, ditekankan bagaimana Prabowo akan melanjutkan program Jokowi seperti hilirisasi mineral serta pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Prabowo akan mendapat tekanan melanjutkan program kunci Jokowi: Indonesia Emas 2025, sebuah program pencapaian industrialisasi seabad setelah Indonesia merdeka,” tulis lembaga itu.
Prabowo juga dinilai akan menegaskan posisi Indonesia yang seimbang di tengah persaingan global antara China dan Amerika Serikat (AS). Ia disebut seorang yang pragmatis sehingga ia akan terus menjaga hubungan dengan Beijing dan Washington.
Meski begitu, Brookings menduga akan ada hambatan dalam pemerintahan Prabowo yakni korupsi. Lembaga itu menekankan Prabowo memiliki pekerjaan besar dalam menanggulangi korupsi agar iklim investasi tetap berjalan baik.
“Lebih lanjut, masa depan yang baik adalah ketikan pemerintah dapat menjaga kepentingannya dan iklim investasi juga tetap berjalan baik,” tambah lembaga itu.
Siapa sangka, ternyata ada pengemis yang kaya raya. Bahkan, hartanya diprediksi mencapai 75 juta rupee atau setara Rp 13,7 miliar.
Pengemis tersebut tak lain adalah Bharat Jain asal India. Menurut laporan Financial Express, Bharat Jain adalah pengemis terkaya di dunia.
Kisah Bharat Jain dari sosok sederhana hingga menjadi pengemis kaya raya sungguh luar biasa. Lahir dari keluarga yang terbatas secara ekonomi, dia tidak dapat mengejar pendidikan formal.
Karena tak sekolah, Bharat Jain sulit mendapatkan pekerjaan yang stabil. Terlepas dari kendala ini, Bharat Jain berhasil mengubah hidupnya dan keluarganya lewat profesinya yang tidak umum.
Diperkirakan, saat ini ia memiliki harta lebih dari 75 juta rupee atau sekitar Rp 13.7 miliar. Anak-anaknya pun mengenyam pendidikan formal.
Bharat menghasilkan 60.000-75.000 rupee (setara Rp 11 -13 jutaan) sebulan dengan mengemis. Ia juga memiliki apartemen dua kamar tidur di Mumbai senilai 12 juta rupee.
Ia juga menyewakan dua tokonya di Thane dengan harga sewa 30.000 rupee per bulan. Selama bertahun-tahun bekerja sebagai pengemis, Bharat Jain bisa mengumpulkan banyak uang untuk membeli berbagai barang dan aset.
Meskipun sudah kaya, Bharat Jain diketahui tetap mengemis di kawasan Chhatrapati Shivaji Maharaj Terminus atau Azad Maidan.
Sementara banyak orang bekerja keras hanya memperoleh beberapa ratus rupee, Bharat berhasil menghasilkan 2.000-2.500 rupee per hari (Rp365 ribu hingga Rp500 ribu) dalam waktu 10 hingga 12 jam.
Bharat Jain dan keluarganya tinggal dengan nyaman di apartemen dua kamar, anak-anak mereka pergi sekolah, dan anggota keluarga lainnya memiliki toko alat tulis.
Orang terdekatnya kerap menyarankan Bharat agar berhenti mengemis. Kendati demikian, dia tidak mengindahkan nasihat ini dan melanjutkan pekerjaannya dengan mengemis.
Bisa juga foto WhatsApp hilang di galeri HP karena memori di HP sudah penuh. Hal ini bisa membuat panik, apalagi jika foto yang hilang menyimpan memori berharga atau hal penting lainnya.
Untungnya, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi foto hilang di galeri HP. Berikut dikutip dari LifeWire, Sabtu (19/10/2024):
1. Periksa Folder yang Benar
Ingat file yang diunduh dari WhatsApp tak akan masuk ke folder Download atau Gambar. Foto yang disimpan akan masuk ke folder WhatsApp yang berada di penyimpanan internal untuk pengguna Android dan iOS berada di Album Saya.
2. Fitur Auto Save
Anda bisa memastikan foto tersimpan di galeri HP dengan mengaktifkan fitur auto save. Ini akan menyimpan seluruh file yang dikirim ke WhatsApp masuk ke dalam penyimpanan ponsel.
Berikut caranya mengaktifkannya:
Buka menu Settings di WhatsApp
Klik Penyimpanan dan Data
Selanjutnya aktifkan pengunduhan foto
3. Cek Jaringan
Masalah lainnya adalah terkait jaringan internet. Misalnya kita menggunakan jaringan 3G hingga 5G padahal unduhan yang diatur hanya boleh menggunakan Wifi, begitu juga sebaliknya.
4. Bersihkan Ruang Penyimpanan
Ruang penyimpanan yang penuh tak akan bisa menampung lagi unduhan media dari WhatsApp. Jadi bersihkan dan beri ruang lagi untuk menyimpan file baru.
Jika Anda menggunakan SD Card, periksa juga apakah rusak karena ini bisa mencegah aplikasi menyimpan data ke dalamnya. Jangan lupa matikan mode read-only pada SD Card karena mode ini mencegah data baru ditulis ke dalam kartu memori.
5. Atur Zona Waktu
Waktu yang tidak sesuai dengan zona waktu yang ditetapkan akan membuat WhatsApp menonaktifkan unduhan file. Anda bisa mengatur perangkat untuk mendeteksi waktu yang tepat secara otomatis atau mengubahnya secara manual.
Nah, itu dia 5 langkah mengatasi foto WhatsApp hilang di galeri HP. Semoga membantu!
Sebelumnya, Prabowo sudah memanggil 108 orang yang akan menjabat menteri dan wakil menteri di kabinet pemerintahannya, serta mengisi posisi kepala lembaga negara lainnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani termasuk di antaranya. Ia juga dipastikan akan kembali menjabat sebagai bendahara negara.
Dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang digelar Jumat (18/10) kemarin, Sri Mulyani membeberkan arah kebijakan ekonomi di tahun pertama pemerintahan Prabowo.
Ia mengatakan rencana tahun 2025 sudah ditetapkan bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan konsultasi kepada Presiden RI terpilih.
“Sesuai yang sudah disampaikan tetap suportif terhadap program yang menjadi prioritas arahnya seperti semua tahu dari sisi ketahanan pangan dan energi,” kata Sri Mulyani.
Selain itu, Sri Mulyani mengatakan Prabowo juga mengungkapkan kekhawatiran soal kondisi geopolitik dunia. Antara lain terkait perang Israel melawan negara-negara Timur Tengah, serta konflik Rusia dan Ukraina.
“Di saat yang sama harus waspada dengan lingkungan global, beliau selalu sampaikan geopolitik, geostrategis, dan geoekonomi itu semua berhubungan,” Sri Mulyani menuturkan.
Sri Mulyani mengatakan kekhawatiran Prabowo itu sebenarnya mirip dengan bacaan KSSK mengenai kondisi geopolitik dunia. Dia mengatakan KSSK juga mewaspadai ketidakpastian di dunia yang mungkin merambat terhadap kondisi ekonomi dalam negeri RI.
“Jadi ini sebetulnya sama bacaan dengan kami di KSSK. Bahwa dinamika yang terjadi di global, apakah itu murni keamanan atau politik seperti di Timur Tengah, di Ukraina, itu memberi pengaruh pada suasana ekonomi global dan bisa terjadi rambatan ke dalam negeri,” kata dia.
Selain soal kondisi politik dunia, Sri Mulyani menekankan pesan presiden terpilih tentang kebijakan fiskal di tahun depan. Dia mengatakan disiplin fiskal harus tetap dilakukan.
“Sementara untuk fiskal tetap kita lakukan secara prudent dan suportif pada program nasional,” tegas Sri Mulyani.
Sri Mulyani mengatakan KSSK akan terus berkoordinasi dan mensinkronisasi kebijakannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dia mengatakan pertumbuhan dan stabilitas merupakan dua sisi ekonomi yang harus terus diperhatikan.
“Stabilitas dan growth itu adalah kombinasi yang terus membutuhkan kalibrasi,” ia menjelaskan.
Sebuah fenomena yang mengingatkan kita pada jejak panjang presiden sebelumnya, khususnya Soeharto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tak sekadar soal latar belakang, kembalinya presiden militer ini membuka kembali perbincangan tentang peran militer dalam politik negeri ini.
Pasal 10 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 menetapkan, Presiden Indonesia sebagai kepala negara juga merupakan pemegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Artinya, Presiden adalah Panglima Tertinggi TNI, berwenang penuh atas angkatan militer RI.
Kilas balik ke era Soeharto, sosok Jenderal TNI AD yang memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dekade, masa pemerintahannya dikenal dengan stabilitas politik yang kuat meski dibalut sentimen otoritarianisme. Di masa Orde Baru, Soeharto menggantikan Soekarno pada 1967, meletakkan fondasi pertumbuhan ekonomi, sekaligus mengendalikan politik dengan tangan besi. Kehadiran militer di kursi presiden saat itu memberikan rasa aman dalam ketertiban, meski di sisi lain muncul suara-suara protes yang tertahan.
Setelah lengsernya Soeharto, Indonesia mulai mengenal presiden-presiden dengan latar belakang sipil. B.J. Habibie, teknokrat cemerlang dengan karier di bidang teknologi dan penerbangan, menggantikan Soeharto di masa transisi penuh gejolak. Dengan segala keterbatasannya, ia memimpin selama 17 bulan, menjadi jembatan dari era Orde Baru ke demokrasi yang lebih terbuka. Setelahnya, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur hadir membawa semangat pluralisme dan toleransi, meski masa jabatannya singkat, hanya dua tahun.
Pada 2001, Megawati Soekarnoputri melanjutkan tongkat estafet. Putri Soekarno ini menghadapi tantangan ekonomi dan politik yang tak mudah, namun berhasil membawa Indonesia melewati masa-masa sulit dengan reformasi di berbagai sektor, termasuk pembentukan KPK.
Dengan latar belakang sipil dan kedekatannya pada warisan politik Soekarno, Megawati hadir sebagai representasi kekuatan sipil yang ingin kembali menguatkan peran rakyat
Namun, gelombang perubahan terjadi lagi pada tahun 2004 dengan terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono, seorang Jenderal TNI yang telah pensiun. SBY berhasil memenangkan hati rakyat melalui kampanye yang menonjolkan pengalaman militer dan visi untuk memimpin negara dengan disiplin. Dua periode pemerintahannya banyak diisi dengan program stabilitas keamanan dan reformasi ekonomi yang menegaskan perannya sebagai pemimpin militer yang berhasil berdialog dengan demokrasi.
Selepas SBY, Indonesia merasakan sentuhan kepemimpinan sipil yang berbeda di era Joko Widodo, seorang pengusaha dan mantan wali kota yang jauh dari lingkaran militer. Jokowi mengusung pendekatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup, menciptakan gaya kepemimpinan yang lebih membumi. Ia berusaha membawa Indonesia lebih kompetitif melalui berbagai program, mulai dari Kartu Indonesia Pintar hingga pembangunan infrastruktur besar-besaran.
Namun, dengan terpilihnya Prabowo Subianto pada tahun 2024, Indonesia sekali lagi mempercayakan kendali kepada seorang yang berasal dari kalangan militer.
Prabowo, dengan pengalaman sebagai Komandan Kopassus dan Panglima Kostrad, datang dengan janji untuk memperkuat pertahanan dan keamanan negara di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks. Momen ini seakan membawa kembali ingatan tentang masa-masa di mana militer memegang peran dominan dalam politik.
Kembalinya kepemimpinan militer ini mengundang pertanyaan besar: Apakah kita akan kembali pada stabilitas yang ditawarkan oleh Soeharto atau adaptasi militer terhadap demokrasi seperti SBY?
Perjalanan kepemimpinan Indonesia selalu diwarnai oleh tarik menarik antara pengaruh sipil dan militer. Di satu sisi, pengalaman militer dianggap memberikan ketegasan dan ketahanan di masa krisis. Di sisi lain, aspirasi demokrasi yang diusung para pemimpin sipil tetap menjadi nilai penting yang terus dicari rakyat Indonesia.
Presiden terpilih Prabowo Subianto kini berada di persimpangan tersebut, membawa harapan sekaligus tantangan dalam mengarungi masa depan Indonesia.
Dalam daftar nama calon menteri, wakil menteri, dan kepala badan yang dipanggil Prabowo, ada beberapa nama yang jadi keluarga pejabat dan “mewarisi” jabatan menteri dari para pendahulu di keluarganya. Lantas, siapa saja yang cukup beruntung bisa mendapat posisi kehormatan seperti para pendahulu?
Hartarto Sastrosoenarto-Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto jadi salah satu calon menteri yang dipanggil Prabowo pada Senin (15/10/2024). Meski belum diketahui posisinya, kemungkinan besar dia kembali mengurusi ekonomi.
Sebelumnya, Airlangga juga menjadi menteri di Kabinet Presiden Jokowi. Dia menjabat sebagai Menteri Perindustrian (2016-2019) dan Menko Perekonomian (2019-2024). Posisi menteri dalam keluarga Airlangga bukan sesuatu yang baru.
Sebab, ayah Airlangga, Hartarto Sastrosoenarto, juga pernah menjabat menteri di era Presiden Soeharto. Bahkan, secara spesifik berada di kementerian serupa dengan anaknya, yakni Kementerian Perindustrian.
Hartarto senior tercatat sebagai Menteri Perindustrian dalam Kabinet Pembangunan IV dan V, sejak 1983 hingga 1993. Posisi Hartarto kemudian naik menjadi Menteri Koordinator Produksi dan Distribusi dalam Kabinet Pembangunan VI sejak 1993 hingga 1998. Di penghujung kekuasaan Soeharto, Hartarto pernah juga menjadi Menteri Koordinator Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara (Menko Wasbangpan).
Nama Agus Gumiwang dipanggil sebagai calon menteri dalam kabinet mendatang pimpinan Prabowo Subianto. Sebelumnya, dia merupakan Menteri Sosial (2018-2019) dan Menteri Perindustrian (2019-2024) di Kabinet Indonesia Maju era Presiden Jokowi.
Agus Gumiwang menjadi menteri seperti jejak ayahnya, Ginandjar Kartasasmita. Ginandjar jadi menteri di dua presiden berbeda.
Di era Presiden Soeharto, dia tercatat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi (1988-1993) dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (1993-1998). Lalu, di era Presiden Habibie, dia ditugaskan sebagai Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan dan Industri (1998-1999).
Satryo Soemantri Brodjonegoro disebut sebagai calon menteri Prabowo Subianto usai mendapat panggilan khusus di Kertanegara, Senin (15/10/2024). Dia merupakan intelektual dan ahli teknik mesin dari ITB. Belum diketahui pasti posisi kementerian yang bakal diembannya.
Namun, dia berasal dari keluarga pejabat dan posisi menteri pernah dipegang oleh ayahnya, Soemantri Brodjonegoro. Sejarah mencatat Soemantri pernah menjabat sebagai menteri di era Presiden Soeharto.
Soemantri sempat menjabat Menteri Pertambangan (1967-1973) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1973). Selain ayah, adik Satryo juga pernah jadi menteri, yakni Bambang Brodjonegoro, di Kabinet Indonesia Maju sebagai Menteri Keuangan (2013-2016), Menteri Pembangunan Nasional (2016-2019) dan Menteri Riset & Teknologi (2019-2021).
Sayang, Soemantri tidak bisa melihat kedua anaknya menjadi menteri. Sebab, dia meninggal pada 1973 saat menjabat sebagai Mendikbud dan anak-anaknya masih berusia belasan tahun.
Sudrajad Djiwandono-Thomas Djiwandono
Wakil Menteri Keuangan kabinet Indonesia Maju ini dipastikan akan kembali mengisi jabatan serupa dalam kabinet pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dia akan mendampingi Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.
Thomas Djiwandono merupakan anak Sudrajad Djiwandono. Sudrajad diketahui pernah menjadi Gubernur Bank Indonesia di era Presiden Soeharto (1993-1998). Selain itu, Thomas juga merupakan keponakan dari Prabowo. Sudrajad menikah dengan Biantiningsih Djojohadikoesoemo, kakak Prabowo.
Selain empat nama di atas, sebenarnya masih banyak lagi keluarga cukup beruntung yang anak-keturunannya mengemban amanah sebagai menteri di Indonesia.
Dari keluarga Baswedan, ada A.R Baswedan (Menteri Muda Penerangan era Soekarno) dan cucunya Anies Baswedan (Mendikbud era Jokowi).
Lalu, dari keluarga Djojohadikusumo, ada Sumitro (Menkeu & Menteri Riset era Soekarno dan Soeharto) dan Prabowo (Menteri Pertahanan). Sementara dari trah Soemarno, ada Soemarno (Menko era Soekarno) dan Rini Soemarno (Menteri BUMN era Jokowi)
Selain itu, ada pula yang suami istri pernah jadi menteri. Ada Agum Gumelar dan Linda Gumelar. Keduanya jadi menteri era Presiden SBY. Lalu, Farid Moelek dan Nila Moelok, yang sama-sama menjadi Menteri Kesehatan.
Pertumbuhn kredit tersebut diikuti dengan rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) gross 2,26% dan NPL net 0,78%.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit didukung kinerja usaha korporasi yang terjaga. Secara sektoral, permintaan kredit didominasi oleh perdagangan, industri pertambangan dan pengangkutan.
“Berdasarkan kelompok penggunaan, modal kerja, kredit konsumsi, dan investasi masing-masing 10,01% yoy, 10,88% yoy, 12,26% yoy,” kata Perry dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan Oktober 2024 dengan Cakupan Tahunan, Rabu (16/10/2024).
Pada periode yang sama pembiayaan syariah tumbuh 11,37% yoy, sedangkan kredit UMKM tumbuh 5,04% yoy. Pertumbuhan UMKM membaik dibandingkan dengan bulan sebelumnya. “Ke depan BI yakin bahwa pertumbuhan kredit pada 2024 tetap ada di kisaran 10% sampai 12%,” katanya.
Perry juga menjabarkan bahwa ketahanan sistem keuangan terjaga, seiring dengan likuiditas yang memadai. Hal ini terlihat dari alat likuid per dana pihak ketiga (AL/DPK) pada September 2024 sebesar 25,22%.
Lalu rasio kecukupan modal (CAR) per Agustus 2024 sebesar 26,69%. “Tergolong kuat dalam menyerap risiko dan dukung pertumbuhan kredit,” kata Perry.