
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mencatat sedikitnya delapan rumah warga, satu fasilitas umum sekolah dasar dan akses jalan utama ikut terdampak longsor yang dipicu hujan deras selama dua hari di wilayah tersebut
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Gilang Zelakusuma, mengatakan hujan yang terjadi sejak Senin (18/8) hingga Selasa (19/8) mengakibatkan longsor di lima desa.
Empat desa berada di Kecamatan Pagerwojo, yakni Desa Kradinan, Desa Wonorejo, Desa Gondanggunung, dan Desa Gambiran, sementara satu desa berada di Kecamatan Karangrejo, yakni Desa Babatan.
“Hujan deras sejak awal minggu ini menyebabkan lima desa di Pagerwojo dan Karangrejo mengalami bencana longsor,” ujar Gilang di Tulungagung, Kamis.
Ia menjelaskan, longsor di Desa Kradinan merusak fasilitas pendidikan di SDN 2 Kradinan pada bagian ruang kelas, perpustakaan dan toilet.
Selain itu, material longsor juga menutup jalan penghubung Tulungagung–Trenggalek.
Di Desa Wonorejo, empat rumah warga terdampak. Kerusakan paling parah menimpa rumah Mutini, setelah tembok sepanjang lima meter jebol akibat terjangan material.
Sementara di Desa Gambiran, longsor merusak dapur rumah Karyoto sekaligus menutup akses jalan antardusun.
Di Desa Gondanggunung, tepatnya Dusun Takroto, kata dia, dua rumah milik Juari dan Amrin terdampak longsor.
Saat ini, BPBD masih melakukan asesmen lebih lanjut atas tingkat kerusakan.
Sedangkan di Desa Babatan, material longsor berukuran 10×10 meter dengan ketebalan 2 meter menimpa kandang dan dapur rumah warga.
BPBD Tulungagung mengimbau warga di wilayah rawan longsor untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terlebih hujan deras masih berpotensi turun di beberapa hari ke depan.
“Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa, namun pemantauan di titik rawan terus dilakukan. Kami mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap longsor susulan,” pungkas Gilang.