Airlangga Optimis Daya Beli Meningkat, Tapi Tetap Antisipasi Dampak Perang

Airlangga Optimis Daya Beli Meningkat, Tapi Tetap Antisipasi Dampak Perang

Pemerintah meyakini berbagai program stimulus yang disiapkan dapat mendorong aktivitas belanja.

 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, optimistis daya beli masyarakat akan meningkat selama Ramadhan 2026. Pemerintah meyakini berbagai program stimulus yang disiapkan dapat mendorong aktivitas belanja, meski masyarakat sempat khawatir dengan kondisi ekonomi.

Airlangga menekankan bahwa kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menjadi salah satu indikator bahwa kepercayaan masyarakat terhadap perekonomian tetap terjaga.

“Kita lihat saja, ada kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen, dan pemerintah terus mendorong program belanja di Indonesia, termasuk program lain dengan diskon yang cukup tinggi. Diharapkan daya beli juga akan terdongkrak,” ujar Airlangga usai konferensi pers THR, Selasa (3/3/2026).

Terkait eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, Airlangga menyatakan pemerintah terus melakukan pemantauan ketat.

Meski situasi tersebut berpotensi memengaruhi harga minyak dunia dan BBM, pemerintah belum menetapkan langkah drastis karena masih menilai durasi konflik.

“Geopolitik kita lihat saja. Ini perang baru beberapa hari, kita monitor berapa lama. Antisipasi tergantung dari situasi perang ini, apakah seperti di Ukraina yang lama atau perang singkat,” jelasnya.

Mengenai kelangsungan impor, terutama dari Amerika Serikat di tengah krisis, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia telah memiliki jaminan pasokan melalui kerja sama antarperusahaan (Business-to-Business).

“Sudah ada MoU Pertamina dengan beberapa perusahaan, dan itu tentu bisa dipenuhi. Kita tetap aman,” tegas Airlangga.

Untuk memastikan daya beli benar-benar terdongkrak, pemerintah menyiapkan “amunisi” fiskal besar melalui penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) yang masif pada periode Idulfitri 1447 H.