Tak terima, Prater lantas menggugat Universitas Hamline. Pada Juli 2024, kesepakatan antara dua pihak itu telah ditempuh. Namun, CBSNews melaporkan perincian penyelesaian masih dirahasiakan.
Dalam gugatannya, Prater menuduh universitas melakukan diskriminasi agama dan pencemaran nama baik, serta merusak reputasi profesional dan pribadinya.
Hakim kemudian menolak beberapa tuntutan dalam gugatan tersebut, namun mengatakan gugatan dapat dilanjutkan atas dasar diskriminasi agama.
Cerita bermula pada Oktober 2023, ketika Prater menunjukkan lukisan Nabi Muhammad SAW di depan mahasiswanya dalam mata kuliah seni Islam, khususnya kursus seni global.
Setelah itu, seorang mahasiswi bernama Aram Wedatalla keberatan dengan aksi sang profesor. Dia menyatakan jika aksi itu sebagai Islamofobia.
“Sungguh menghancurkan hati saya bahwa saya harus berdiri di sini untuk memberi tahu orang-orang bahwa ada Islamofobia dan sesuatu yang benar-benar menyakiti kita semua, bukan hanya saya,” kata siswa yang merupakan presiden Asosiasi Mahasiswa Muslim Hamline itu dikutip Al Jazeera.
Bagi umat Islam sendiri, penggambaran Nabi Muhammad dilarang keras. Aksi tersebut dipandang sebagai pelanggaran iman.
Tak butuh waktu lama, Universitas Hamline juga langsung mengeluarkan tindakan keras atas Prater. Kampus tersebut memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak sang profesor.
Namun Prater balik menggugat Universitas Hamline. Menurut gugatan, kampus membuat Prater sebagai bagian dari diskriminasi agama dan pencemaran nama baik dan merusak reputasi profesional hingga pribadinya.
“Di antara hal-hal lain, Hamline menyebut tindakan Dr Lopez Prater sebagai ‘Islamofobia yang tidak dapat disangkal’,” kata pengacaranya dalam sebuah pernyataan.
“Komentar seperti ini, yang sekarang telah diterbitkan dalam berita di seluruh dunia, akan mengikuti Dr. Lopez Prater sepanjang kariernya, yang berpotensi mengakibatkan ketidakmampuannya untuk mendapatkan posisi tetap di lembaga pendidikan tinggi manapun.”
Pengacara Prater menyebutkan kliennya telah memberi peringatan sebelum gambar itu ditunjukkan. Selain itu dia telah memasukkan dalam silabus dan siap mengatasi siswa yang merasa tidak nyaman dengan pengajarannya.
Pihak kampus akhirnya mengubah sikap pada kejadian itu. Presiden Universitas Hamline Fayneese Miller dan Ketua Dewan Pengawas Ellen Watters mengatakan meninjau dan memeriksa kembali tindakan yang diambil kampus.
Pada periode awal perjuangan Indonesia berusaha menjadi sebuah negara, Sudono Salim tenar sebagai pengusaha impor cengkeh dan logistik tentara. Jaringan bisnis yang luas itu kabarnya membuat Kolonel Soeharto ingin bekerja sama dengannya.
Jalinan perkenalan terjadi setelah sepupu Soeharto, Sulardi menjadi perantara pertemuan keduanya. Salim setelahnya menjadi penyuplai logistik pasukan Kolonel Soeharto pada periode Perang Kemerdekaan (1945-1949).
“Setelah Soeharto meraih kekuasaan di Indonesia pada pertengahan 1960-an dan menjadi presiden, dia didukung oleh kelompok kroni pengusaha, yang terbesar dan terkuat adalah Liem Sioe Liong,” tulis Richard Borsuk dan Nancy Chng dalam Liem Sioe Liong dan Salim Group (2016), dikutip Minggu (3/12/2023).
Keduanya terlibat dalam relasi saling menguntungkan selama tiga dekade. Soeharto melindungi Liem dan memastikan bisnisnya berjalan lancar. Liem lewat kerajaan bisnis Salim Group menyalurkan dana kepada Soeharto, keluarga, dan kroni lainnya.
Alhasil, kedua pihak pun berjaya di jalannya masing-masing. Salim sukses terdaftar sebagai orang terkaya di Indonesia. Sedangkan Soeharto juga sukses memegang kuasa di Tanah Air. Namun, kejayaan keduanya tiba-tiba hancur sekejap dalam waktu beberapa hari saja pada Mei 1998.
Salim sukses membangun tiga kerajaan bisnis di tiga sektor, antara lain perbankan (Bank Central Asia, BCA), bangunan (Indocement), dan makanan (Bogasari dan Indofood). Namun, itu semua perlahan rontok saat memasuki krisis 1998. BCA menjadi yang terparah.
Sejarawan M.C Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern (2009) menyebut, selama masa krisis nasabah menarik dana secara massal dan besar-besaran. Ratusan orang rela antre berjam-jam untuk menguras seluruh tabungannya. Kondisi ini membuat BCA yang tidak lagi dipercaya masyarakat terancam bangkrut. Rangkaian krisis ini mencapai puncak pada Mei 1998.
Kedekatan dengan Soeharto rupanya menjadi malapetaka bagi Salim saat itu. Munculnya sentimen anti-Soeharto buntut meluasnya krisis ekonomi ke kemelut politik menjadi pukulan telak bagi Salim. Rakyat yang mengetahui kedekatan keduanya menjadikan Salim sebagai target sasaran. Ini terjadi usai unjuk rasa beralih menjadi kerusuhan rasial pada 13 Mei 1998.
Hari itu, Jakarta dan sekitarnya dilanda kerusuhan, penjarahan, dan pembakaran terhadap rumah, bangunan pertokoan dan banyak kendaraan (Kompas, 14 Mei 1998). Aksi ini dilakukan oleh massa yang sudah terprovokasi. Mereka menyasar bangunan dan kendaraan milik orang Tionghoa, bahkan menargetkan orang Tionghoa itu sendiri.
Jemma Purdey dalam Kekerasan Anti-Tionghoa di Indonesia 1996-1999 (2013) menjelaskan munculnya sentimen rasial terhadap Tionghoa disebabkan karena ada stereotip bahwa mereka patut dibenci hanya karena kaya raya dan dekat dengan penguasa Soeharto. Dan tokoh sentral yang melekat dengan deskripsi itu adalah Sudono Salim.
“Perusahaan para cukong dan keluarga Soeharto merupakan sasaran utama pembakaran dan penjarahan. Bank Central Asia milik Liem Sioe Liong merupakan objek serangan utama,” tulis Ricklefs.
Richard Borsuk dan Nancy Chng dalam Liem Sioe Liong dan Salim Group (2016), mengungkapkan meski dijadikan target amukan massa, Sudono Salim, istri, dan beberapa anaknya sedang berada di Amerika Serikat menemani Salim yang bakal operasi mata. Di Jakarta, hanya ada Anthony Salim yang bekerja di Wisma Indocement, Jl. Sudirman.
Anthony kala itu sampai tidak berani pulang ke rumah bapaknya di kawasan Roxy. Sebab, kerusuhan massa juga menyasar permukiman warga Tionghoa. Dikhawatirkan, jika Salim berdiam diri di rumahnya, dia bisa terbunuh.
Prediksi itu kemudian benar terjadi. Pagi hari pada 14 Mei, Anthony menerima kabar kalau rumah bapaknya didatangi sekelompok pemuda bertampang mengancam, bersenjatakan jerigen bahan bakar, dan perkakas. Mereka ingin masuk ke rumah mewah Liem.
Anthony tak berkutik. Dia segera memerintahkan satpam untuk mempersilahkan massa masuk merusak rumahnya, ketimbang dihadang dan terjadi pertumpahan darah.
“Dalam sekejap, seluruh mobil di garasi terbakar, termasuk juga seisi rumah. Mereka membakar furnitur, mencopot lukisan dan mengobrak-abrik kamar. Bahkan mereka mencoret-coret rumah dengan kata-kata tidak pantas,” tutur Anthony kepada Richard Borsuk dan Nancy Chng.
Setelah beberapa menit melakukan itu, asap hitam dengan cepat membumbung tinggi dari kediaman Salim. Di jalanan, foto Salim dilempari batu dan dibakar oleh massa yang marah. (Kompas, 15 Mei 1998).
Melihat situasi Jakarta yang sangat parah, Anthony langsung berpikir untuk pergi meninggalkan kantornya. Dia takut kalau kantornya bakal bernasib sama seperti rumahnya. Dia lantas pergi ke Bandara Halim untuk menuju Singapura memakai pesawat jet pribadi. Dari sanalah, Anthony memantau perkembangan bisnisnya setelah masa-masa sulit itu.
Setelah kerusuhan mereda dan Soeharto akhirnya lengser, BCA mengalami kerugian paling parah. Tercatat ada 122 cabang rusak yang terdiri dari 17 kantor terbakar habis, 26 cabang dirusak dan dijarah, dan 75 cabang rusak tetapi tidak dijarah. Lalu, ada 150 ATM yang dirusak dan diambil uang tunainya hingga menelan kerugian Rp 3 miliar.
Selain BCA, Indofood juga mendapat serangan. Pabriknya di Solo dijarah dan dibakar hingga menelan kerugian Rp 42 miliar. Pusat distribusinya di Tangerang juga hancur dijarah massa. Hanya Indocement yang masih bisa bertahan.
Meski begitu, pukulan telak terjadi di kerajaan bisnis sektor perbankan. Seminggu setelah Soeharto lengser pada 21 Mei 1998, BCA diambil alih oleh pemerintah karena kondisi keuangannya semakin berdarah-darah tak tertolong. Pemerintah lewat Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) resmi menjadikan BCA sebagai BTO (Bank Taken Over). Pengambilalihan ini bertujuan untuk menolong BCA agar tidak jatuh terlalu dalam.
Sejak itulah, BCA tidak lagi menjadi milik keluarga Salim. Richard Borsuk dan Nancy Chng menyebut untuk menghidupi kembali mesin-mesin kekayaannya, Salim hanya mengandalkan Indofood.
Kini, 25 tahun setelah kejadian memilukan itu, bisnis keluarga Salim mulai berjaya. Bisnisnya pun tidak hanya Indofood, tetapi juga merambah sektor migas, konstruksi, dan perbankan.
Hal itu pun berimbas pada berbagai proyek pembangunan yang direncanakan beberapa diantaranya menggunakan anggaran negara. Tidak terkecuali Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Lantas, bagaimana nasib proyek infrastruktur yang tengah direncanakan Kementerian ESDM?
Salah satu proyek yang direncanakan menggunakan APBN dalam pembangunannya adalah proyek infrastruktur pipa gas transmisi Cirebon-Semarang (Cisem) tahap 2 yang saat ini tengah dibangun. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan, proyek pipa integrasi tersebut tidak akan terpengaruh dari pemangkasan anggaran negara untuk tahun 2025 tersebut.
Yuliot menekankan pemangkasan tersebut dilakukan untuk penghematan belanja kementerian/lembaga. Sedangkan, proyek pembangunan salah satunya pada Pipa Gas Cisem 2 bukan termasuk dalam belanja kementerian/lembaga.
“Kalau ini (proyek Cisem 2) tidak termasuk. Anggaran penghematan itu adalah anggaran penghematan belanja kementerian/lembaga. Ya sementara kalau untuk belanja infrastruktur itu tidak ada penghematan,” katanya saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (7/2/2025).
Adapun, Yuliot menyebutkan pembangunan pipa gas transmisi tersebut menggunakan dana dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Ini dari PNBP ya Pak Dirjen ya, rencana dari penerimaan negara bukan pajak itu kan sebagian itu bisa dimanfaatkan kembali. Jadi untuk pemanfaatan itu adalah pembangunan infrastruktur,” tambahnya.
Dengan begitu, Yuliot menegaskan penghematan APBN tersebut tidak akan berpengaruh pada proyek-proyek Kementerian ESDM, salah satunya termasuk proyek Cisem 2.
“Tidak berpengaruh,” tandasnya.
Asal tahu saja, Pipa transmisi gas bumi Cisem itu sendiri terbagi menjadi 2 tahap. Saat ini, pemerintah sudah masuk pada tahap 2 pembangunan pipa Cisem dengan nilai investasi sebesar Rp 2,78 triliun. Proyek ini merupakan kelanjutan dari Cisem Tahap I senilai Rp 1,17 triliun yang sudah selesai dibangun dan beroperasi pada 2023. Adapun Pipa Cisem Tahap I mencakup ruas Semarang-Batang.
Pipa tersebut direncanakan akan terbentang sepanjang 245 kilo meter (KM) yang akan menghubungkan Batang, Cirebon, hingga Kandang Haur Timur. Pasalnya, proyek pembangunan pipa sebesar Rp 2,7 triliun tersebut menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun jamak (multi years) 2024-2026. Proyek ini dibangun sepanjang 245 KM ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur dengan target konstruksi selama 18 bulan sejak 30 September 2024.
“Sudah dianggarkan. Sedang diproses.” kata Sri Mulyani di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (6/2/2025)
Sri Mulyani meminta semua ASN menunggu informasi secara resmi. Baik itu mengenai jumlah maupun jadwal pencairan. “Nanti tunggu aja ya. Prosesnya ya diproses aja,” jelasnya.
Pada kesempatan berbeda, Direktur Jenderal Pembendaharaan Astera Primanto Bhakti mengatakan, pencairan akan dilakukan setelah adanya keputusan.
“Itu tanyanya sama DJA kita bagian tukang bayar. Kalau udah disuruh baru kita bayar,” ujarnya saat ditemui di gedung DPR RI Jakarta, Kamis.
Ia juga belum dapat mengungkapkan dari jauh apakah sudah ada perintah dari pembendaharaan atau belum. Namun, Ia memastikan jika sudah ada intruksi hak ASN tersebut akan diberikan sepenuhnya.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno menjelaskan bahwa kebijakan ini dilakukan guna menjaga harga batu bara asal Indonesia tetap bagus di pasar global.
“Yang jelas HBA yang saat ini digunakan kan menggunakan data transaksi penjualan real, nah itu ada yang beberapa APBI menginginkan nanti ada pembahasan lagi terkait HBA itu, tapi poinnya adalah jangan sampai harga batu bara Indonesia dijual murah ke luar. Itu kira-kira,” kata Tri ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Rabu (5/2/2025).
Sebelumnya, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa dalam waktu dekat pemerintah akan menerbitkan aturan yang mewajibkan para eksportir menggunakan HBA dalam proses penjualan batu bara ke luar negeri. Kebijakan ini nantinya akan tertuang di dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM.
“Saya umumkan hari ini tidak dalam waktu lama lagi, kami akan mempertimbangkan untuk membuat Keputusan Menteri agar harga HBA itulah yang dipakai untuk transaksi di pasar global,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2024, dikutip Selasa (4/2/2025).
Ia berharap para eksportir batu bara nasional dapat mengikuti kebijakan tersebut. Ia tak segan-segan memberikan rekomendasi pencabutan izin ekspor apabila terdapat perusahaan batu bara yang tak mau patuh pada aturan tersebut.
“Bila perlu, kalau tidak mau ya kita tidak usah izin ekspornya. Kira-kira begitu. Supaya masa harga batu bara di negara lain dengan negara kita dibuat kita lebih murah. Masa harga batu bara kita ditentukan oleh negara lain,” katanya.
Sebagaimana diketahui, harga batu bara di Indonesia selama ini mengacu pada beberapa indeks, salah satunya yakni Indonesia Coal Index (ICI). Bahlil mencatat Indonesia sendiri mengekspor batu bara sebanyak 555 juta ton sepanjang tahun 2024.
Jumlah tersebut meningkat setiap tahunnya. Sementara, total pemakaian batu bara dunia tercatat mencapai 8-8,5 miliar ton. Namun, yang beredar di pasar global hanya mencapai 1,5 miliar ton.
Setelah drama sengit yang berlangsung selama 5 hari, Altman akhirnya kembali menguasai OpenAI dan melakukan perombakan internal.
Baru-baru ini, Altman membuat pengakuan jujur soal pemecatannya kala itu. Ia mengatakan insiden tersebut merupakan mimpi buruk.
Dalam blog resminya, Altman mengatakan pemecatan dilakukan secara tiba-tiba lewat panggilan video. Tak lama kemudian direksi mengumumkan keputusan itu.
“Lebih dari setahun lalu, pada hari Jumat, hal utama yang salah adalah saya dipecat tiba-tiba lewat panggilan video dan setelah menutup telepon, dewan direksi menerbitkan postingan soal itu,” tulis Altman dikutip Selasa (4/2/2025).
Saat pemecatan itu berlangsung, Altman tengah berada di Las Vegas. Di kamar hotelnya dia merasa seperti menjalani mimpi buruk dan waktu-waktu yang cukup gila.
Menurutnya, saat itu, tidak ada yang bisa menjelaskan apa yang terjadi. Termasuk memberikan jawaban yang memuaskan soal pemecatannya.
Keputusan pemecatan itu, dia menyebutnya sebagai kegagalan besar mengelola orang-orang dengan tujuan baik termasuk dirinya.
“Melihat ke masa lalu, saya berharap telah melakukan hal berbeda dan ingin mempercayai sekarang saya merupakan pemimpin terbaik dan lebih bijaksana dari setahun lalu,” jelasnya.
Berkaca dari kejadian itu, menurutnya dewan perlu memiliki sudut pandang yang beragam dan luas. Tata kelola baik butuh kepercayaan dan kredibilitas.
OpenAI terus berkembang seiring berjalannya waktu. Sekarang, pria 39 tahun itu mengatakan perusahaannya bekerja dengan lebih kohesif dan positif.
Banyak capaian yang digapai OpenAI. Termasuk mengantongi lebih dari 300 juta pengguna aktif.
“Kami terus mengeluarkan teknologi ke dunia yang seperti disukai orang dan memecahkan masalah nyata,” tutur Altman.
Baru-baru ini, OpenAI kembali ditimpa ‘tekanan’ dari kemunculan AI DeepSeek asal China. Menanggapi hal tersebut, OpenAI mengatakan akan menyelidiki apakah DeepSeek menggunakan tool-nya secara ilegal.
Namun, Altman sendiri memuji kecanggihan DeepSeek. Ia mengatakan DeepSeek “jelas merupakan model yang hebat”.
“Sebagai Agent of Development Pemerintah, WIKA akan terus mendukung Asta Cita melalui pembangunan proyek strategis nasional yang bertujuan mencapai swasembada ekonomi, pangan, dan energi. Kami juga terus membangun proyek yang akan meningkatkan nilai tambah bagi produk dalam negeri melalui hilirisasi dan industrialisasi sehingga mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara,” kata Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, dikutip Senin (3/2/2025).
Dalam masa 100 hari kerja Kabinet Merah Putih, WIKA berhasil menyelesaikan dan mengoperasikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur 1. Proyek strategis ini bertujuan memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.
Dengan kapasitas suplai air bersih mencapai 4.750 liter per detik, SPAM ini mampu menyediakan air bersih sesuai standar Kementerian Kesehatan untuk 320.000 sambungan rumah. Proyek ini juga meningkatkan kualitas hidup 1,9 juta warga masyarakat di kawasan tersebut.
Selain itu SPAM Regional Jatiluhur 1 berkontribusi dalam mencegah penurunan permukaan tanah di DKI Jakarta. Kemudian di sektor hilirisasi dan industrialisasi, WIKA dipercaya mengerjakan proyek EPC Coal Handling TLS 6 dan TLS 7 Sumatera Selatan. Proyek ini bertujuan meningkatkan kapasitas penanganan batubara guna mendukung ketahanan energi nasional.
Dalam mendukung peningkatan ekonomi dan kemandirian bangsa, proyek Bendungan Tiga Dihaji di Sumatera Selatan dan Bendungan Jragung di Jawa Tengah terus dikebut untuk mengelola sumber daya air. Proyek ini menjadi sumber irigasi dalam mendukung ketahanan pangan, serta penyediaan energi listrik bagi masyarakat sekitar.
Agung melanjutkan WIKA berhasil menyelesaikan proyek Flyover Madukoro di Jawa Tengah, yang berperan dalam mendukung swasembada ekonomi masyarakat. Proyek ini mengurangi biaya operasional kendaraan hingga 61,7%, sekaligus mengurai kemacetan di jalur vital Pantura, termasuk akses menuju Bandara Ahmad Yani dan Pelabuhan Tanjung Mas.
“Dengan panjang 221 meter, flyover ini meningkatkan mobilitas dan pertumbuhan ekonomi, serta mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur-Yogyakarta-Prambanan,” kata dia.
Menurut Agung, pembangunan ini juga mengedepankan aspek budaya lokal, dengan menampilkan ornamen yang mencerminkan kearifan masyarakat Semarang. Sehingga memberikan nilai estetika sekaligus makna sosial yang mendalam bagi kawasan tersebut.
Salah satu warga setempat, Atmoko, mengaku terbantu dengan adanya Flyover Madukoro.
“Sebelumnya kalau musim hujan sering banjir. Dengan adanya flyover ini, saya tidak terkena banjir lagi dan lebih lancar dalam berlalu lintas,” ucap dia.
Segala cara dihalalkan untuk bisa hidup mewah di Ibu Kota, misalnya, pasangan suami istri yang hidup mewah di Batavia (sekarang Jakarta) pada tahun 1910-an. Akan tetapi ternyata harta tersebut merupakan hasil merampok uang di bank.
Kala itu ada orang Belanda bernama A.M Sonneveld dan istrinya yang terkenal kaya raya. Hampir setiap malam pasangan itu bolak-balik tempat hiburan malam di pusat kota bernama Societeit Harmoni. Di sana keduanya berpesta dan menikmati sajian mahal tanpa peduli berapa uang yang dihabiskan.
Tiap kali, Sonneveled foya-foya dan hidup mewah, tak ada satupun orang curiga. Sebab, yang orang tahu dia memang orang yang tajir melintir.
Ketika tiba di Batavia, Sonneveld pernah menjadi perwira KNIL alias Tentara Hindia Belanda. Berbagai penugasan dilakukan hingga berhasil penghargaan dari Ratu Belanda.
Setelah pensiun dini, dia lanjut bekerja di bank swasta terbesar, yakni Nederlandsch Indie Escompto Maatschappij. Di sana, dia bertugas sebagai kepala bagian yang mengurusi uang nasabah. Praktis gajinya pun cukup besar.
Atas riwayat pekerjaan demikian semua orang tak menaruh rasa curiga sedikitpun terkait asal-usul kekayaan Sonneveld. Sampai akhirnya, sikap tersebut berubah usai banyak orang membaca pemberitaan media pada awal September 1913.
Di awal bulan September mayoritas koran-koran di Hindia Belanda melaporkan tindakan melanggar hukum pegawai bank di Batavia. Setelah dibaca tuntas pegawai bank tersebut bernama A.M Sonneveld.
Harian Deli Courant (5 September 1913), misalnya, menulis kalau pria berusia 45 tahun itu terbukti melakukan pencurian uang nasabah sebesar 122 ribu gulden.
Pembuktian terjadi usai pihak Bank Escompto melakukan investigasi internal terkait transaksi mencurigakan. Dari sini kemudian diketahui, Sonneveld melakukan “permainan kotor.”
Pada 1913, 122 ribu gulden bisa membeli 73 Kg emas sebab diketahui harganya per gram 1,67 gulden. Artinya, jika dikonversikan ke masa sekarang, maka 73 Kg emas setara Rp87 miliar (1 gram emas: Rp1,2 juta).
Pada sisi lain, Sonneveld ternyata sudah tahu cara kotornya mulai diketahui pihak bank. Maka, jauh sebelum ditetapkan tersangka, dia dan istri sudah kabur terlebih dahulu ke luar kota. Polisi lantas menetapkan keduanya sebagai buronan dan menyebarluaskan deskripsi fisiknya di banyak koran dan tempat.
Laporan de Sumatra Post (6 September 1913) mewartakan secara detail ciri fisik Sonneveld, yakni berkulit coklat, berdarah Belanda, ada bekas luka di pipi kanan dan lutut, dan berusia 45 tahun.
Beruntung, penyebaran informasi berhasil membawa titik terang pelarian pasangan suami istri tersebut. Diketahui, dia ternyata pergi ke Bandung menggunakan kereta api dari Meester Cornelis (kini Jatinegara).
“Polisi mendeteksi dia menyewa mobil dari Meester Cornelis dan pergi ke hotel di Bandung,” tulis pewarta Deli Courant.
Di Bandung, keduanya tak diam dan melanjutkan perjalanan lagi ke Surabaya menggunakan kereta api. Harian Bataviaasch Nieuwsblad (7 September 1913) melaporkan, selama perjalanan kereta api, Sonneveld sempat bertemu seorang teman yang bertanya tujuan perjalanannya.
Kepada teman, buronan dari Batavia itu bilang akan pergi ke Hong Kong setibanya di Surabaya. Dalihnya, perjalanan dilakukan untuk studi banding ke Bank Escompto cabang Hong Kong. Meski begitu, temannya tahu bahwa itu hanya bualan semata.
Maka, dia melaporkan cerita ini ke polisi. Alhasil, kepolisian Hindia Belanda bergegas menghubungi polisi Hong Kong. Akhirnya, perjalanan Sonneveld dan istri pun berakhir.
Belum lama menginjakkan kaki di daratan Hong Kong, keduanya langsung diciduk polisi dan diekstradisi ke Hindia Belanda. Disita pula tas berisi sisa-sisa uang pencurian.
Sesampainya di Indonesia, keduanya langsung diadili. Di pengadilan, Sonneveld mengaku melakukan pencurian uang nasabah untuk memenuhi hasrat hidup mewah. Begitu pula istrinya yang mengetahui tindakan suami dan berupaya menutupi.
Sonneveld lantas dihukum 5 tahun penjara. Sementara istri harus berada di hotel prodeo selama 3 bulan. Kasus Sonneveld kemudian tercatat dalam sejarah sebagai pencurian terbesar di tahun 1910-an.
Sejumlah profesi diperkirakan akan punah akibat perkembangan teknologi yang semakin pesat, sehingga berpotensi menyebabkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Berdasarkan laporannya, 23% tenaga kerja di sejumlah industri akan mengalami perubahan signifikan hanya dalam kurun waktu lima tahun.
Risiko perkembangan teknologi tak hanya terkait hilangnya pekerjaan. Namun, bakal ada beberapa pekerjaan baru yang akan muncul selama periode tersebut.
Salah satu industri yang akan mengalami perubahan drastis adalah media, hiburan, dan olahraga. Sekitar 23% pekerjaan bakal lenyap karena tergantikan dengan kemunculan profesi baru.
Hal serupa juga akan terjadi pada lebih 23% pekerjaan di bidang pemerintahan, komunikasi digital dan teknologi informasi, real estat, layanan keuangan, serta transportasi dan rantai pasok.
Berdasarkan laporan WEF, dikutip Sabtu (1/2/2025), berikut 15 daftar pekerjaan yang perlahan menuju punah hingga periode 2027 mendatang:
1. Teller bank
2. Petugas pos
3. Kasir dan loket
4. Data entry
5. Sekretaris dan administrasi
6. Staf pencatat stok (stock-keeping)
7. Staf akuntansi, pembukuan, dan payroll
8. Legislator dan pejabat pemerintahan
9. Staf statistik, asuransi, dan keuangan
10. Sales door-to-door, pedagang kaki lima, dan penjual koran
Petugas menyita 17 server yang melumpuhkan Cracked dan Nulled, dua di antara jaringan forum hacking tersebut.
Meski beberapa anggota forum terlibat dalam diskusi peretasan beretika, namun forum-forum itu lebih banyak berfokus pada kejahatan siber, pencurian password, pembobolan, dan pencurian identitas.
Forum peretasan tersebut digadang-gadang sebagai hub untuk aktivitas kejahatan siber. Mereka juga menyediakan tool peretasan canggih berbasis AI yang bisa meningkatkan efektivitas penyerangan maya.
Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengatakan Cracked memiliki lebih dari 4 juta pengguna, 28 juta tool peretasan, dan mengumpulkan pendapatan sekitar US$4 juta (Rp65,2 miliar). Forum tersebut sudah menelan 1 juta korban di AS, dikutip dari BleepingComputer, Jumat (31/1/2025).
Sementara itu, Nulled memiliki lebih dari 5 juta pengguna dengan 43 juta tool peretasan iklan, serta pendapatan tahunan sekitar US$1 juta (Rp16,3 miliar).
“Kedua forum ekonomi underground ini menawarkan jalan pintas untuk masuk ke skena kejahatan siber. Situs-situs ini tak cuma berperan sebagai wadah diskusi, tetapi juga marketplace untuk barang-barang ilegal dan layanan kejahatan siber. Situs ini menjajakan data curian, malware, dan tool berbahaya lainnya,” kata Europol.
“Sebanyak 12 domain di dalam platform Cracked dan Nulled disita. Layanan terkait lainnya juga di-take down, termasuk prosesor keuangan Sellix yang digunakan oleh Cracked, serta layanan hosting StarkRDP yang dipromosikan pada kedua platform dan dijalankan oleh dua oknum tersangka,” Europol menambahkan.
Otoritas juga menggeledah 7 properti dari 28-30 Januari 2025 dan menyita 50 perangkat elektronik, serta uang tunai dan mata uang kripto senilai 300.000 euro (Rp5 miliar).
“Data yang disita, seperti alamat email, alamat IP, dan saluran komunikasi dari sekitar 10 juta akun pengguna terdaftar, akan menjadi dasar penyelidikan internasional lebih lanjut terhadap penjual kriminal dan pengguna platform tersebut,” tambah Bundeskriminalamt, badan investigasi kriminal pusat Jerman.
Polisi Nasional Spanyol menangkap dua tersangka terkait penyitaan Cracked dan Nulled di Valencia. Menurut DOJ, Spanyol juga membuka segel tuntutan terhadap Lucas Sohn, 28 tahun, salah satu administrator Nulled yang melakukan fungsi escrow di situs web. Namun belum ada informasi apakah dia termasuk salah satu dari dua tersangka yang ditangkap.
Jika terbukti bersalah, Sohn menghadapi hukuman maksimal 5 tahun penjara karena konspirasi memperdagangkan kata sandi, 10 tahun karena penipuan perangkat akses, dan 15 tahun karena penipuan identitas.